Assalamu 'Alaikum Warahmatullah,
Jumpa lagi dengan teman-teman pembaca yang budiman, 😊
jangan lelah berbuat kebaikan ya....
sekecil apapun , dan dimanapun kita berada,
Setiap hari dari kehidupan ini senantiasa kata 'kebaikan' menjadi kata yang selalu didengar, bahkan diucapkan oleh sekalian mahluk yang bernama manusia. Sedemikian lazimnya, kata 'kebaikan' ini sudah menjadi tolok ukur untuk memberi nilai atau label seseorang itu baik atau tidak karena 'kebaikan' itu.
Nah, saya tertarik menuliskan sedikit apa sih itu kebaikan? dari sisi mana sesuatu itu dinilai baik atau dapat dinilai sebagai kebaikan? Yuk, kita simak bersama..(ga usah pake serius githo,hehe😊)
Agar kita mengetahui apa itu kebaikan teman sekalian, ada baiknya mari kita pahami dulu pengertian 'kebaikan' itu dari sisi etimologinya.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Kebaikan berasal dari kata 'baik' yang berarti elok; patut; teratur (apik, rapi, tidak ada celanya, dan sebagainya). Dari kata 'baik' tersebut setelah memperoleh imbuhan ke-baik-an, maka dapat diartikan sebagai :
"sifat baik; perbuatan baik" atau "sifat manusia yang dianggap baik menurut sistem norma dan pandangan umum yang berlaku"
Sudah jelas kan apa yang dimaksud kebaikan itu...
Jadi segala perilaku yang berupa perkataan dan atau tingkah laku yang melekat pada sifat manusia dan hal itu dianggap baik secara kesepakatan umum di masyarakat, maka dianggap sebagai kebaikan.
Ternyata cukup sederhana ya, untuk memperoleh label 'baik' itu, namun pada gilirannya tidak semudah yang didapati di kehidupan kita. Betul apa betul? 😁. ..
Setiap hari pada perputaran kehidupan anak manusia, sebenarnya tidak lepas dari 2 (dua) sifat, yaitu bertutur kata dan berperilaku.
Tutur kata adalah sifat yang melekat pada lisan seseorang. Nilai seorang itu memiliki kebaikan atau tidak, berawal dari tata cara berbicara atau berkomunikasi terhadap sesamanya. Tentu hal ini sudah menjadi kesepakatan normatif di kalangan manusia, iya kan?
Coba deh, ketika Anda berkata yang sopan dan lembut, maka orang yang berada dihadapan kita akan memberikan respek secara langsung, ya...paling tidak sesimpul senyum manis dari sudut bibirnya, cieee.....hehe
Sebaliknya, ketika Anda kurang mampu menjaga kata yang terucap dari lisan, maka hal sebaliknya akan ditemui kan? paling tidak ditinggal pergi deh...(ga percaya, cobain deh😀).
Jadi tutur kata yang baik dan sopan merupakan satu bentuk kebaikan diantara beragam kebaikan lainnya. Semakin jelas kan temanku semua,,,
Sekarang, setelah kita mengetahui kebaikan dari bentuknya berupa sifat manusia yang melekat pada tutur katanya, tentu batasannya tidak cukup hanya di perkataan. Perlu padanan berupa perbuatan. Kenapa? ya, karena inti kebaikan itu sebenarnya ada pada perbuatan manusianya, atau yang biasa disebut dengan istilah akhlak manusia.
berbicara kebaikan dari sudut pandang perbuatan atau akhlak, maka sebaiknya kita bahasnya dari pendekatan agama, meski banyak sisi yang dapat dirujuk dalam menjelaskan kebaikan dari sisi perbuatan manusia, namun agar lebih membuat kita termotivasi kebatinan, maka lebih afdhol kiranya ditinjau dari agama sebagai suatu keyakinan yang dipegangi oleh seluruh manusia di bumi ini.
Dalam Islam, kebaikan disebut dengan istilah 'ihsan'.
Derajat ihsan merupakan derajat tertinggi keislaman seseorang hamba. Hanya hamba Allah yang khusus bisa meraih derajat ini. Jika Ihsan telah terwujud, berarti Iman dan Islam juga telah terwujud pada diri seorang hamba.
Kata 'ihsan' (berbuat baik) merupakan kebalikan dari kata 'al isaa-ah' (berbuat buruk), yaitu perbuatan seseorang untuk melakukan perbuatan yang ma'ruf dan menahan diri dari dosa. Seseorang mendermakan perilaku yang baik kepada hamba Allah yang lain melalui hartanya, kehormatannya, ilmunya, maupun raganya.
Ihsan (kebaikan), ada dua bentuknya, yaitu :
- Ihsan dalam beribadah kepada Allah
- Ihsan dalam menunaikan hak sesama mahluk
Yang dimaksud Ihsan dalam menunaikan hak sesama mahluk terbagi menjadi dua, yaitu ada yang bernilai wajib dan sunnah.
Kebaikan yang bernilai wajib diantaranya berbakti kepada orang tua dan bersikap adil dalam bermuamalah (bermasyarakat). Adapun yang sunnah misalnya bermuamalah melebihi batas kemampuan (kadar wajib) bagi seseorang. Bahkan, salah satu bentuk kebaikan yang paling utama adalah berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat terhadap kita, baik dalam ucapan dan perbuatan (bisa apa mampu? hehehe).
Dari paparan ringkas di atas, kebaikan itu jelas ya...
- Bernilai baik dimata sesama yang dibuktikan secara normatif dapat diterima di lingkungan kita
- Bernilai baik dimata agama dan kepercayaan yang dianut
Kebaikan menurut kita harus diukur dengan 2 (dua) indikator tersebut ya...jika masuk kedalamnya maka, bersyukurlah karena Anda termasuk pelaku kebaikan.
Jadi, tetaplah memiliki keinginan yang kuat untuk berbuat kebaikan ya teman...
Meski hanya seorang diri, dan dimulai dari hal terkecil yang kita miliki.
Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/4101-meraih-derajat-ihsan.html
Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/4101-meraih-derajat-ihsan.html
Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/4101-meraih-derajat-ihsan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas komentar Anda