Minggu, 08 November 2020

Ridho Allah Melalui Ikhlas


Bismillah,

Apa kabar harimu? Semoga senantiasa dalam Ridho Allah ya.....Aamiin,😊🙏🙏🙏

Cukup lama kita tidak saling bersua melalui coretan ini, hee...maaf ya karena kesibukan dan kerundungan hidup sehingga tak sempat menyapa melalui media ini....,

Kesempatan ini akan coba nulis soal Ikhlas....kok penting ya? so pasti lah, karena perkara ikhlas itu adalah perkara terberat (timbangan kali ya...😊) dalam kehidupan. Lebih detil lagi 'Ikhlas' itu merupakan wujud yang tak terlihat namun dapat dirasakan... Nah, karena pentingnya hal ini, maka kali ini coba kita bahas secara singkat apa sih yang dimaksud dengan Ikhlas, dan apa kaitannya Ridho Allah dengan perkara yang satu ini.

Apa itu Ikhlas?

Diantara pengertian ikhlas adalah sebagai berikut :

  • Abul Qasim mengatakan, "Ikhlas adalah membersihkan amalan dari komentar manusia."
  • Hudzaifah Al-Mar'asiy mengatakan, "Ikhlas adalah kesamaan perbuatan seorang hamba antara zahir (lahiriyah) dan bagin".
  • Dzun Nuun menyebutkan 3 (tiga) tanda Ikhlas, yaitu :
    1. Tetap merasa sama antara pujian dan celaan orang lain
    2. Melupakan amalan kebajikan yang dulu pernah diperbuat
    3. Mengharap balasan dari amalan di akhirat (dan bukan di dunia)            
  • Fudhail Bin 'Iyadh mengatakan, Ikhlas adalah meninggalkan amalan karena manusia adalah Riya'. Beramal karena manusia termasuk kesyirikan. Ikhlas adalah engkau terselamatkan dari dua hal tadi"
Dari definisi tentang iklhas di atas, yang menarik adalah definisi yang dikemukakan oleh Fudhail Bin 'Iyadh. Pernyataan, "meninggalkan amalan karena manusia itu riya", maka ini tidak secara mutlak. Terdapat perincian dalam hal itu dan intinya tergantung pada niat. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
"Setiap amalan tergantung pada niat. Dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan". 
 
Jadi niat yang menjadi patokan, ditambah amalan tersebut harus bersesuaian dengan tuntunan Nabi  ﷺ

dan berlaku pada seluruh amal.

nah,sebagai tambahan ya...jika seseorang meninggalkan amalan yang tidak wajib (sunnah)karena menyangka bahwa hal itu dapat membahayakan dirinya, maka tidak termasuk riya'.

Adapun amalan wajib tidak boleh ditinggalkan karena takut dipuji manusia kecuali jika ada uzur (alasan) syar'i.

Bagaimana cara untuk ikhlas?

Setelah kita ketahui arti ikhlas, maka sebagaimana diketahui bahwa ia adalah amalan bathin. Selanjutnya menghadirkan ikhlas dalam perbuatan itu menjadi tahapan berikut.Karena ikhlas itu perkara berat, maka perlu dilakukan pelatihan untuk mewujudkannya sebagai suatu kebiasaan. Seperti kata pepatah, ala bisa karena biasa. Beberapa kiat yang dapat dilakukan dalam rangka menjadikan ikhlas sebagai suatu kebiasaan, yaitu :

  • Belajar tidak mengharap pujian manusia
  • Berusaha menyembunyikan amalan saleh
  • Beramal bukan untuk orientasi dunia
so, jika suatu perbuatan itu yang menjadi tolok ukur kebaikannya adalah keikhlasan, maka tentu kita perlu mengetahui juga beberapa hal yang tidak termasuk riya'. Apa saja itu?
  1. Pujian manusia setelah orang melakukan amalan
  2. Semangat melakukan ibadah di hadapan orang yang rajin beribadah
  3. Berpenampilan yang baik
  4. Tidak membicarakan dosa dan selalu menyembunyikannya
  5. Mendapatkan ketenaran, namun tanpa diminta dan dicari-cari
Jadi dengan kiat-kiat di atas ya, semoga Ridho Allah akan menyertai keseharian kita, aamiin.

(dikutip dari "Meraih Rida Allah, Bukan Rida Manusia, Muhammad Abduh Tuasikal,2019)

 


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar Anda