Jumat, 18 September 2020

Pilihan Kehidupan


Cukup lama tak bercerita dan menorehkan tulisan di media ini meski itu sedikit. Ada kerinduan yang menuntut untuk dituntaskan melalui coretan di media ini. Selama beberapa pekan belakangan , saya memang diuji dengan sakit yang mewajibkan rehat sejenak. Alhamdulillah, masa itu telah terlewati dengan baik, meski tetap harus berjaga agar tidak sakit lagi. Satu hal tentang sakit, yaitu semua punya peluang yang sama untuk sakit, sehingga sangat bergantung kepada bagaimana pola kita dalam keseharian khususnya menjaga pola hidup sehat seperti makan, olahraga, dan hindari stress (ini yang sulit .......).

Saya tidak akan menuliskan tentang sakit saya ataupun penyebabnya, melainkan mencoba mengurai sebuah kata, yaitu "pilihan". Kata ini lazim diucapkan, dan menjadi pilihan kata dalam penyusunan suatu tulisan. Namun, ternyata kata tersebut juga memiliki makna psikologis bagi setiap manusia. Diksi tersebut akan mengantarkan pada pengucapnya makna bahwa kita dituntut untuk memilih. Kenapa harus memilih?

Senin, 27 Juli 2020

Katamu adalah Bahasamu..💬

Kita pasti selalu berkata dan berbahasa dalam keseharian. Sejauh mana ketercapaian maksud yang akan disampaikan sangat bergantung kepada cara kita berkata dan berbahasa....
Kata adalah penyusun kalimat. Ketika kata terangkai, maka akan tersusun menjadi kalimat. Kalimat-kalimat inilah sebagai penanda identitas seseorang, apakah dari latar yang cendikia atau latar abdi biasa. Semakin indah tatanan kalimat yang terucap dari lisan seseorang menunjukkan tingkat kepandaiannya. Bahkan, dalam strata budaya masyarakat, semakin baik tutur kalimat seseorang menempatkannya pada tatanan masyarakat yang berbudaya tinggi.

Jumat, 10 Juli 2020

Bismillah



Sepenggal kata yang menjadi doa mengawali setiap perbuatan.
Ya,,dengan mengucap lirih kata tersebut akan mengalirkan semacam energi dalam tubuh. Bukan hanya energi potensial (tenaga), tetapi juga energi mekanik (gerak) pada pembacanya. Potensi akan berbanding lurus dengan mekanisasi tubuh, demikianlah perumpamaannya. 
Menjadi benarlah apa yang dipesankan syariat yang agung ini bahwa keberkahan atas suatu pekerjaan bergantung diawalnya, yaitu lirih lembut Bismillah....  
Bismillah artinya menyandarkan segenap daya dan upaya seseorang atas suatu ikhtiar kerja dan usahanya. Dibacanya kalimat ini menunjukkan ketundukan, keikhlasan, dan penyerahan diri pada Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dengan membaca kalimat ini maka ada harapan yang tersurat dari lisan seorang hamba kepada Rabb, ada siratan kesungguhan tentang keberhasilan suatu ikhtiar..
Setidaknya ada dua alasan logis mengapa kita dianjurkan membaca Bismillah di setiap pekerjaan, yaitu :
  1. Tabarruk (mengharap berkah) dengan mendahulukan asma Allah Azza wa Jalla

    Referensi: https://almanhaj.or.id/1504-tafsir-basmalah.html
     Tabarruk (mengharap berkah) dengan mendahulukan asma Allah
  2.  Membatasi ucapan dan perbuatan hanya untuk Allah 
Jadi semoga kita senantiasa berusaha mengamalkan kalimat ini dalam setiap kerja yang dilakukan, aamin.