Cukup lama tak bercerita dan menorehkan tulisan di media ini meski itu sedikit. Ada kerinduan yang menuntut untuk dituntaskan melalui coretan di media ini. Selama beberapa pekan belakangan , saya memang diuji dengan sakit yang mewajibkan rehat sejenak. Alhamdulillah, masa itu telah terlewati dengan baik, meski tetap harus berjaga agar tidak sakit lagi. Satu hal tentang sakit, yaitu semua punya peluang yang sama untuk sakit, sehingga sangat bergantung kepada bagaimana pola kita dalam keseharian khususnya menjaga pola hidup sehat seperti makan, olahraga, dan hindari stress (ini yang sulit .......).
Saya tidak akan menuliskan tentang sakit saya ataupun penyebabnya, melainkan mencoba mengurai sebuah kata, yaitu "pilihan". Kata ini lazim diucapkan, dan menjadi pilihan kata dalam penyusunan suatu tulisan. Namun, ternyata kata tersebut juga memiliki makna psikologis bagi setiap manusia. Diksi tersebut akan mengantarkan pada pengucapnya makna bahwa kita dituntut untuk memilih. Kenapa harus memilih?
Karena hakikatnya setiap keputusan yang kita ambil dalam kehidupan merupakan pilihan-pilihan yang dibuat. Dari keputusan yang terpilih akan berubah menjadi proses pada perjalanannya. Nah, proses yang hari ini sedang kita jalani merupakan bagian dari konsekuensi atas pilihan-pilihan tadi. Selalu teringat kata bijak mengenai dua hal, yaitu :
1. Hidup adalah suatu pilihan
2. Nimati prosesnya, bukan pada hasilnya
Dua hal di atas ternyata menjadi suatu hal yang harus terus kita pahami, karena secara tidak langsung kehidupan ini merupakan pilihan yang senantiasa berproses. Ketika seseorang mengambil suatu keputusan dalam hidupnya, maka itu adalah pilihannya. Selanjutnya adalah memastikan keputusan yang terpilih tadi senantiasa berproses menuju pada pencapaian yang diharapkan. Nah, disinilah letak keunikannya. Suatu pilihan pada awalnya tidak satupun dari kita yang mengetahui akan menjadi seperti apakah nantinya. Mengapa demikian? karena pilihan itu adalah pasti sedangkan hasil dari suatu pilihan itu belum pasti.
Diperlukan proses yang bisa saja panjang didalamnya. Proses yang tejadipun memerlukan setidaknya dua unsur pelengkap utama, yaitu kesabaran dan tanggung jawab. Sabar diperlukan untuk memastikan kita tetap menggunakan akal dan nurani dalam menjalani proses dari pilihan tersebut, dan tanggung jawab merupakan sikap yang diperlukan ketika menghadapi hasil dari suatu keputusan yang telah melalui proses tadi. Tanggung jawab menuntut konsistensi ucapan dan perbuatan. Antara yang dipilih dengan kesiapan penerimaan atas hasil apapun dari pilihan kita.
Semoga bermanfaat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas komentar Anda